en-USid-ID
X

PT Pembangunan Jaya
Mencegah Abrasi Pulau Bidadari
Melalui Penanaman Mangrove

 

Jakarta, 18 Agustus 2016 – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-55 tahun, PT Pembangunan Ibukota Jakarta Raya atau dikenal dengan PT Pembangunan Jaya (selanjutnya disebut Jaya) melakukan kegiatan sosial yaitu penanaman pohon bakau (mangrove) di pulau Bidadari Kepulauan Seribu. Ini juga merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh Jaya sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

"Pulau Bidadari merupakan salah satu gugusan pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai salah satu kawasan wisata bahari di Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat pohon-pohon langka yang masih terpelihara dengan baik, hewan-hewan yang berkembang biak secara alami seperti biawak dan rusa serta bangunan-bangunan peninggalan bersejarah dari zaman Belanda. Selain itu, salah satu unit usaha Jaya berlokasi di pesisir utara yang satu garis dengan gugusan Kepulauan Seribu. Faktor inilah yang mendasari Jaya untuk melakukan upaya penyelamatan lingkungan di pulau Bidadari sebagai bentuk kepedulian dalam mempertahankan ekosistem", tutur Edmund Sutisna selaku Ketua Panitia HUT Jaya ke-55.

Bapak Edmund menambahkan bahwa dalam pelestarian lingkungan kali ini Jaya melakukan penanaman mangrove yang bertujuan untuk mencegah abrasi atau pengikisan pulau. “Pulau Bidadari yang dikembangkan sebagai Eco Resort ini telah berkontribusi dalam industri pariwisata bahari di Indonesia. Namun akan sangat disayangkan jika keindahan pulau dan keragaman ekosistem ini tidak lagi dapat dinikmati karena pulaunya hilang, habis karena terkikis gelombang dan arus laut yang besar”, tambah Bapak Edmund.

Ini merupakan kali pertama PT Pembangunan Jaya melakukan restorasi pulau dari bahaya abrasi. “Dalam upaya pencegahan abrasi pulau Bidadari, untuk luas tanam kurang lebih 500 m2 kami menyiapkan 5.500 bibit mangrove dimana 3.000 semaian bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa bibitnya (propagule) diambil dari indukan yang sudah tumbuh di pulau Bidadari. Dengan morfologi tumbuhan yang memiliki akar banyak dan batangnya yang kokoh, mangrove mampu mencegah erosi laut, menjaga garis pantai agar tetap stabil serta dapat melindungi daerah sekitar pulau dari hempasan gelombang dan angin kencang”, ungkap Bapak Edmund.

Dalam program ini, Jaya bekerja sama dengan Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup khususnya pembudidayaan mangrove. Sementara itu, guna memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman, Jaya juga mengajak para siswa siswi dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Pembangunan Jaya serta mahasiswa dari Universitas Pembangunan Jaya.

"Kami berharap dengan upaya pelestarian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif kepada perilaku para anak bangsa, agar mereka mau menjaga dan melestarikan lingkungan demi terjaganya kelangsungan habitat dan ekosistem di sekitar pulau Bidadari. Selain itu, semoga kedepannya kami dapat terus menjaga dan melestarikan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu agar kelak keindahannya dapat dinikmati selama-lamanya", tutup Bapak Edmund.