en-USid-ID
X
YAYASAN PEMBANGUNAN JAYA RAYA

Perkumpulan Bulu tangkis Jaya Raya berdiri sejak tahun 1975 di Jakarta. Perkumpulan ini lahir atas prakarsa Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin, yang ditindaklanjuti oleh pengusaha properti Ir. Ciputra.
Ide tersebut muncul menyusul keberhasilan Rudy Hartono menjadi juara kejuaraan bulutangkis bergengsi All England. Prestasi ini menginspirasi Ir. Ciputra untuk membuat suatu klub bulutangkis di Jakarta. Keinginan Ciputra itu lantas disampaikan ke Gubernur Ali Sadikin. Ali Sadikin setuju, namun dia mengusulkan agar Jaya Raya juga membina cabang olahraga atletik dan sepak bola.
Dalam perjalanannya, Ciputra membubarkan klub atletik dan sepak bola karena kedua cabang itu dianggap sulit untuk melahirkan atlet juara dunia. Ali Sadikin pun dengan berat hati menerima keputusan Ciputra tersebut, meskipun ketika itu tim sepak bola Jayakarta telah berhasil menjadi juara di level nasional. Ciputra berpendapat bahwa untuk sekadar juara nasional, biarlah cabang tersebut dibina oleh orang lain. Dia ingin serius dan fokus membina cabang olahraga, yaitu bulutangkis yang mampu berprestasi di tingkat dunia.
Akibat pembubaran kedua cabang olahraga tersebut, bahkan Ciputra sempat dikritik media dan dianggap tidak nasionalis. Namun bagi Ciputra tidak masalah, dia tidak mencari popularitas, melainkan mencari prestasi tingkat dunia.
Pada awal berdiri, Jaya Raya menggunakan Hall A di Gor Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu yang menjadi pelatih adalah Retno Kustiyah. Peran Retno tidak hanya sebagai pelatih melainkan juga sebagai supir yang mengantar para pemain berlatih ke tempat latihan. Seiring dengan berjalannya waktu, pusat pelatihan Jaya Raya kemudian berpindah ke komplek sekolah atlet di Ragunan, Jakarta Selatan. Kemudian, secara legal dan formal Jaya Raya berdiri pada tanggal 26 Juli 1976. Setelah Retno Kustiyah dan Rudy Hartono, kemudian bergabung para pionier seperti Minarni dan Imelda Wiguna.

Kunjungi Situs Yayasan Pembangunan Jaya Raya